Produktif dan Inovatif Ketika Work from Home
Bangun pagi dan kemacetan di jalanan seakan menjadi menu utama setiap kita akan berangkat ke tempat kerja. Belum lagi waktu yang terbuang banyak hanya untuk di menyelesaikan pekerjaan kantor dibandingkan dengan keluarga terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Lari di pagi hari, yoga setelah bangun tidur, hanya menjadi wacana bagi sebagaian besar pegawai yang berada di lingkungan kerja yang padat. Hal ini yang selalu menjadi masalah klasik bagi kita yang telah memasuki usia kerja dengan segala tuntutan yang ada.
Bangun pagi dan kemacetan di jalanan seakan menjadi menu utama setiap kita akan berangkat ke tempat kerja. Belum lagi waktu yang terbuang banyak hanya untuk di menyelesaikan pekerjaan kantor dibandingkan dengan keluarga terutama bagi mereka yang telah berkeluarga. Lari di pagi hari, yoga setelah bangun tidur, hanya menjadi wacana bagi sebagaian besar pegawai yang berada di lingkungan kerja yang padat. Hal ini yang selalu menjadi masalah klasik bagi kita yang telah memasuki usia kerja dengan segala tuntutan yang ada.
Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah mulai digencarkan oleh pemerintah ditengah pandemi COVID-19 ini. Begitu diterapkannya Work From Home oleh pemerintah ini disambut positif bahkan menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Kenapa menjadi hal yang ditunggu? Pertama kita bagi kaum yang tidak suka bangun pagi. Tidak perlu bangun pagi-pagi lagi untuk berangkat kerja, apalagi yang rumahnya jauh dari kantor, tinggal bangun siang terus buka handphone terus absensi lewat online.
Bagi kaum yang ingin mengatur pola hidup sehat, waktu lebih banyak dan fleksibel untuk kita lari pagi, yoga, serta melakukan aktivitas lainnya sesuai kebutuhan. Tidak perlu menggunakan seragam resmi ke kantor untuk menjalankan Work From Home. Baju kaos, celana kolor, menikmati kopi pagi dan pisang goreng menemani pekerjaan kita dari rumah. Ini mungkin hal yang “baru” bagi kita pegawai kantoran untuk melaksanakan Work From Home atau bekerja dari rumah. Bagi mereka yang berwirahusana, ini merupakan hal yang biasa mereka lakukan.
Ini merupakan hal yang pertama kali saya rasakan. Biasanya di kantor berkontak fisik langsung dengan uang setiap harinya, tapi ketika bekerja di rumah terasa beda. Agak sedikit canggung untuk melakukannya di awal karna kita terbiasa untuk melakukan kontak fisik dengan uang. Tapi ketika dirumah ? tidak ada uang yang kita kerjakan melainkan uang sendiri yang kita pekerjakan hehe.
Hal ini tidak membuat kita cuek dan bermalas malasan, karna tidak ada hal yang dikerjakan. Melainkan inilah waktu yang tepat untuk kita lebih produktif diluar kegiatan pokok kita di kantor. Menyeimbangkan diri dengan tetap bangun pagi dan langsung berolahraga untuk menjaga pola hidup yang sehat merupakan hal yang produktif bagi diri sendiri. Lebih teratur dalam menentukan pekerjaan yang akan diambil terlebih dahulu, pekerjaan rumah atau pekerjaan kantor.
Karena waktu kita di rumah terasa sangat lama, maka gunakanlah waktu itu untuk mengerjakan hal yang tidak sempat kita lakukan ketika kita bekerja dari kantor seperti membersihkan rumah, merapikan rumah, mendesain ulang, maupun kegiatan sejenisnya. Mampu menemukan peluang usaha lain ketika kita berada di rumah, mencoba hal baru seperti mulai berlatih membuat kue, membuat makanan ringan, merupakan salah satu hal produktif yang mampu menjadi peluang usaha buat kita juga.
Begitu juga hal produktif untuk kantor, bukan berarti kita bekerja dari rumah terhindar dari rapat-rapat atau sejenisnya. Kita dapat menentukan sendiri kondisi ternyaman kita ketika mengikuti rapat kantor agar mampu lebih interaktif lagi saat rapat. Dimana jika kita di kantor, dengan kondisi yang penuh tekanan dan pekerjaan menumpuk terkadang kita susah untuk fokus dalam mengikuti rapat. Selain produktif kita juga harus inovatif dalam hal apapun termasuk semua yang berkaitan dengan peningkatan pekerjaan di kantor.
Dibandingkan dengan kondisi di kantor, kondisi di rumah lebih membuat kita nyaman untuk berpikir dan menciptakan hal yang inovatif. Seperti kegiatan keagamaan yang biasanya kita lakukan Bersama-sama di kantor, kini bias kita lakukan secara online tanpa mengurangi maknanya. Selain itu hal hal yang berkaitan dengan sosialisasi dengan pihak eksternal, seperti memberika pelatihan ciri-ciri keaslian uang rupiah. Ini dapat kita lakukan dari rumah dengan santai memanfaatkan aplikasi penyedia jasa rapat berskala besar. Jadinya interaksi kita terasa lebih mengalir dan mampu dipahami secara mendetail. Mungkin itu sajt yang data dijadikan hal produktif dan inovatif selama Work From Home.